Heartworm pada anjing merupakan suatu penyakit kecacingan yang disebabkan oleh parasit cacing genus Dirofilaria immitis yang menyerang dan berkembang biak di organ jantung sehingga sering disebut penyakit cacing jantung. Akan tetapi cacing tersebut juga bisa menyerang organ hati, paru dan ginjal.
Anjing dapat terserang penyakit heartworm dari gigitan nyamuk Anopheles sp. dan Culex sp. yang terinfeksi larva cacing jantung (mikrofilaria). Nyamuk tersebut membawa mikrofilaria kemudian disebarkan pada saat menghisap darah anjing menuju jantung, paru, ginjal dan menjadi dewasa dan berkembang biak di lokasi tersebut.
Penyakit ini sangat berbahaya bagi anjing karena bisa mengakibatkan kematian karena rusaknya organ dalam seperti jantung, paru, hati dan ginjal. Selain itu akibat jumlah cacing yang sangat banyak dapat mengganggu sisitem sirkulasi darah di dalam jantung yang akan diedarkan ke seluruh tubuh, peredaran darah dari organ-organ lain yang kembali menuju jantung akan terblokir dan tersumbat yang disebut sebagai sindrom caval.
Penyebab penyakit :
Anjing dapat terserang penyakit heartworm dari gigitan nyamuk Anopheles sp. dan Culex sp. yang terinfeksi larva cacing jantung (mikrofilaria). Nyamuk tersebut membawa mikrofilaria kemudian disebarkan pada saat menghisap darah anjing menuju jantung, paru, ginjal dan menjadi dewasa dan berkembang biak di lokasi tersebut.
Penyakit ini sangat berbahaya bagi anjing karena bisa mengakibatkan kematian karena rusaknya organ dalam seperti jantung, paru, hati dan ginjal. Selain itu akibat jumlah cacing yang sangat banyak dapat mengganggu sisitem sirkulasi darah di dalam jantung yang akan diedarkan ke seluruh tubuh, peredaran darah dari organ-organ lain yang kembali menuju jantung akan terblokir dan tersumbat yang disebut sebagai sindrom caval.
Penyebab penyakit :
- Parasit cacing jantung Dirofilaria immitis yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Anopheles sp. dan Culex sp. pada saat menghisap darah anjing
- Gejala klinis yang muncul :
- Biasanya tidak disertai dengan gejala jika mikrofilaria tidak ditemukan di dalam darah
- Batuk
- Kesulitan bernafas
- Nafsu makan dan minum menurun
- Penurunan berat badan
- Anemia
- Kematian mendadak
Diagnosa penyakit :
- Dilihat dari sejarah kejadian penyakitnya
- Berdasarkan pemeriksaan fisik
- Pemeriksaan X - ray dan USG untuk melihat kerusak organ
- Pemeriksaan darah untuk mendeteksi mikrofilaria yang ada di darah
- Pemeriksaan feses
Pengobatan yang dilakukan :
- Keberhasilan terapi tergantung pada tingkat keparahan/kerusakan organ yang terserang
- Menggunakan Thiacertasamida (preparat arsena) dosis 0,2 ml/kg bb terbagi atas 2 dosis deberikan secara intravena selama 2 – 3 hari. Enam minggu setelah pengobatan dilanjutkan dengan menggunakan obat Levamizol HCL 10 mg/kg bb/hari selama 15 hari per oral untuk membunuh mikrofilaria
- Bisa juga menggunakan obat golongan ivermectin dosis maksimal 6 mg/kg bb interval ulangan 30 hari, akan tetapi harus diingat bahwa ivermectin tidak boleh diberikan pada anjing Coli
- Pada 12 minggu setelah pengobatan, tes heartworm harus dilakukan lagi untuk memastikan bahwa infeksi benar-benar hilang. Jika tidak, seri pengobatan mungkin perlu diulang, umumnya 6 sampai 8 bulan setelah yang pertama
Pencegahan yang dilakukan :
- Kontrol pengendalian nyamuk Anopheles dan Culex yang merupakan vektor pembawa mikrofilaria yang menyebabkan penyakit cacing hati (heartworm)
- Pemberian obat cacing broad spektrum setiap 3 atau 4 bulan sekali.
Penulis : drh. Yusni
Tgl penulisan : 19 Januari 2015
Sumber :
- Norman D. Levine (1994).Parasitologi Veteriner.Yogyakarta.Gadjah Mada University Press
- Subronto dan Ida Tjahhajati (2001). Ilmu Penyakit Ternak II. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press